KISAH
TIGA PENGHUNI DI AKHIRAT
Dikutip dari Al-qur’an,, kisah ini menceritakan tentang
pembicaraan tiga penghuni kelak di akhirat, ketiga penghuni ini saling menyapa,
dan ada pula yang saling menyalahkan 1 sama lainya. 3 penghuni ini terdiri dari
penghuni neraka, penghuni surga, dan 1 penghuni lagi, penghuni ini tidak berada
di surga, dan tidak pula berada di neraka, melainkan penghuni yang berada di
batas keduanya, nama tempat tersebut adalah A’raaf.
Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka
bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap
suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya);
sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk
kemudian[538] di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu[539]: "Ya
Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka
siksaan yang berlipat ganda dari neraka." Allah berfirman:
"Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu
tidak mengetahui."
[538].Maksudnya:
pengikut-pengikut
[539]. Maksudnya: pemimpin-pemimpin
[539]. Maksudnya: pemimpin-pemimpin
Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka
kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan
sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu
lakukan."
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Al- qur’an dan menyombongkan diri
terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke
lubang jarum[541].
Demikianlah Allah memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
[540]. Artinya: doa
dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541]. Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum
[541]. Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum
Ini merupakan sebuah janji dan jaminan allah, bahwa orang-orang
yang tidak percaya dengan ayat-ayat al-qur’an, bahkan menyombongkan diri dan
memperolok-olok isi dari al-qur’an, maka orang tersebut jangan pernah bermimpi
untuk masuk ke dalam surganya Allah, seakan harapan itu harapan yang sia-sia,
bagaikan seekor unta yang hendak masuk ke lubang jarum. Sungguh tidak mungkin,
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka
ada selimut (api neraka). Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
Mereka terkepung di dalam api neraka untuk selama-lamanya, sebagai imbalan atas
apa yang mereka perbuat semasa hidup di dunia.
Berbeda dengan orang-orang yang semasa hidupnya selalu mengingat
dan mencari keridhaan dari Allah, menafkahkan harta di jalan Allah, dan
berpedoman pada Al-qur’an dan Al-hadits, meski begitu banyak uji dan coba yang
iya lewati, karena iya yakin Allah tidak akan memberikan cobaan diluar
kesanggupan hambaNya, iya tetap tawakkal dan istiqomah, niscaya dia akan
merasakan kenikmatan rahmat Allah di surga kelak.
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang
saleh, Allah tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar
kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di
dalamnya.
Dan Allah cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka;
mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji
bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali
tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan
diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu,
disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul." Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas;
dan di atas A'raaf[543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua
golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:
"Salaamun 'alaikum[544]." Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin
segera (memasukinya).
[543]. Al A'raaf
artinya: tempat yang tertinggi di antar surga dan neraka.
[544]. Artinya: mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.
[544]. Artinya: mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni
neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami
bersama-sama orang-orang yang zalim itu."
Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu."
(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang[545] yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?." (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati."
Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu."
(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang[545] yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?." (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati."
[545]. Maksudnya:
penghuni syurga.
Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah
kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah
kepadamu."
Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah
mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Yaitu) orang-orang yang
menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia
telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka
sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari
ayat-ayat Kami.
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran)
kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami[546]; menjadi petunjuk
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[546]. Maksudnya:
atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemashlahatan bagi
hamba-hamba Kami di dunia dan akhirat
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya
kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran
itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya[547] sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan
kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi
syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami
dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?." Sungguh mereka
telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan
yang mereka ada-adakan.
[547]. Maksudnya: orang-orang yang tidak beramal sebagaimana
yang digariskan oleh Al Quran
. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan
cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang
(masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan
memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
[548]. Bersemayam
di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan
kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang
lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].
[549]. Maksudnya:
melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta
.